Senin, 01 Januari 2018

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR 2 JAM


Nama Ibu            : Ny. M
Nama Ayah         : Tn. H
Nama Bayi          : Bayi Ny. M
Usia                     : 2 Jam
Jam Lahir            : 12.00 WIB
Berat Badan        : 3000 gram
Panjang Badan    : 49 cm
Jenis Kelamin     : Laki - Laki
Jenis Persalinan  : Spontan

Subjective : Ny. M sangat senang atas kelahiran bayinya, bayi Ny M lahir spontan menangis kuat, bayi bergerak aktif dan kulit bayi kemerahan. Lahir pukul 12.00 WIB dengan jenis kelamin laki – laki.

Objective : keadaan umum baik, kesadaran composmentis. Pemeriksaan TTV: Nadi 135x/mnt. Pernapasan 45x/mnt. Suhu 36,5oC. Pemeriksaan antropometri: berat badan 3000 gram. Panjang 49 cm. Lingkar kepala 33 cm. Lingkar dada 35cm. LILA 10 cm.. pemeriksaan fisik: warna kulit kemerahan. RUPA tidak mongoloid. KEPALA tidak ada moulage, tidak ada cephalhematoma, tidak ada succadeneum, tidak anenchepalus, tidak ada hidrocephalus. MUKA : simetris. MATA : Tidak ada infeksi, tidak ada perdarahan, sclera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat, tidak strabismus, tidak ada blenore. HIDUNG : Lubang hidung ada, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada perdarahan. MULUT : warna bibir kemerahan, tidak ada labio schizis, tidak ada labio palato schizis, tidak ada labio palato genato schizis. TELINGA : simetris, daun telinga sudah terbentuk, tidak ada serumen. LEHER : Tidak ada trauma bekas persalinan bracial phalsy,tidak ada pembesaran kelenjar getah bening dan pelebaran vena jugularis. DADA : simetris dan tidak ada retraksi dinding dada dan tidak ada pigeon chest, suara pernapasan bronkovaskuler, tidak ada pernapasan biot dan pernapasan cheyne stokes. BAHU : tidak ada trauma bekas persalinan fraktur klavikula. ABDOMEN : tali pusat masih terdapat 2 arteri 1 vena, tidak ada perdarahan tali pusat, tidak ada benjolan, tidak ada hernia diafragma, perforasi usus, omfalokel, dan gastroshizis. EKSTREMITAS ATAS : Simetris, tidak ada polidaktili, sindaktili, dan andaktili. EKSTREMITAS BAWAH : simetris, tidak ada polidaktili, tidak ada sindaktili dan andaktili. Kaki tidak ada genu valrus dan genu valgum, tidak ada talipes valrus dan talipus valgum. GENETALIA. : testis sudah turun ke skrotum, tidak terdapat kelainan pada penis seperti epispadia dan hipospadia. PUNGGUNG : simetris, tidak ada spina bifida, meningokel, dan mielomeningokel. Terdapat lubang pada anus. Tidak ada bercak mongol. REFLEKS : grabella +, sucking + swallowing +, rooting + tonick neck +, palma graps +, babinski +, walking +, moro +. Pada kulit terdapat lanugo dan verniks kaseosa. Eliminasi miksi sudah 1 jam yang lalu, warna kuningmeconium tidak dilakukan pemeriksaan lab.

Assesment : Bayi Ny. MHUR umur 2 jam neonatus cukup bulan sesuai usia kehamilan.

Planning :
1.      Melakukan cuci tangan 6 langkah di air mengalir sebelum tindakan
2.      Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir (pemeriksaan sudah dilakukan dan ibu mengetahui hasil pemeriksaan bahwa saat ini bayi dalam kondisi baik, jenis kelamin laki-laki, BB 3000 gr, PB 49cm. (Ibu mengerti hasil pmeriksaan dan ibu merasa senang)
3.      Memberikan suntik vaksin HB0 Ddengan dosis secara IM di 1/3 BAGIAN anterolateral paha kanan. (Vaksin telah disuntikkan pada bayi)
4.      Diberikan salep profilaksis mata
5.      Memberitahu pada ibu untuk tetap menjaga kehangatan bayinya agar tidak terjadi hipotermi dengan cara diselimuti selalu dan diberikan topi. (Ibu mengerti dan beserdia melakukan anjuran bidan)
6.      Menganjurkan ibu untuk menyusui bayi sesering mungkin. (Ibu mengerti dan bersedia mengikuti anjuran bidan)
7.      Mengajarkan ibu cara menyusi yang benar yaitu saat sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit lalu dioleskan pada areola, bayi menghadap perut ibu, usahakan areola masuk sebagian ke mulut bayi, topang seluruh badan bayi bisa menggunakan bantal. (Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran bidan)
8.      Memberitahu cara perawatan tali pusat  dengan tidak diberikan apapun, ganti sehari 2 kali atau diganti tiap kali basah
9.      Memberitahu ibu tanda bahaya bayi yaitu pernafasan sulit, suhu meningkat, hisapan bayi lemah, tali pusat berdarah , menangis terus menerus, kejang, lemas  muntah. Jika ada tanda tersebut agar segera diberitahu kepada petugas kesehatan. (Ibu mengerti tentang tanda bahaya bayi dan dapat mengulang kembali)
10.  Memberitahu ibu bahwa 6 jam lagi bayi akan dimandikan. (Ibu mengerti dan bersedia mengikuti anjuran bidan)
11.  Menganjurkan ibu untuk menjemur bayinya
12.  Menganjurkan ibu untuk rooming in
13.  Mengajarkan untuk merawat bayinya
14.  Cuci tangan 6 langkah setelah tindakan.
15.  Melakukan dokumentasi. (Dokumentasi terlampir)



Selasa, 12 Desember 2017

Imunisasi



A.      Pengertian Imunisasi
Imunisasi menurut (Depkes RI, 2005) adalah suatu cara untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan.

B.      Tujuan Imunisasi
Tujuan pemberian imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kematian serta kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)

C.      Sasaran Imunisasi
Tahukah anda siapa saja yang menjadi sasaran imunisasi? Berikut adalah yang menjadi sasaran dalam imunisasi :

1.              Bayi
2.               
Jenis Imunisasi
Usia Pemberian
Jumlah Pemberian
Interval Minimal
Hepatitis B
0-7 hari
1
-
BCG
1 bulan
1
-
POLIO/IPV
1,2,3,4 bulan
4
-
DPT – Hb – Hib
2,3,4 bulan
3
4 minggu
Campak
9 bulan
1
4 minggu

 2.      Anak batita ( usia dibawah 3 tahun )

Jenis Imunisasi
Usia Pemberian
Jumlah pemberian
DPT-Hb-Hib
18 bulan
1
Campak
24 bulan
1

2.       
3. Anak Sekolah Dasar kelas 1 (sederajat)

Jenis Imunisasi
Usia Pemberian
Jumlah pemberian
Campak
18 bulan
1
DT
24 bulan
1

4.  Anak sekolah dasar kelas 2 dan 3 ( sederajat )

Jenis Imunisasi
Usia Pemberian
Jumlah pemberian
TD
Bulan Novembar
BIAS
  

A.     Jenis Imunisasi
1.      Imunisasi wajib
Imunisasi wajib merupakan imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah untuk setiap orang yang sesuai dengan kebutuhannya agar melindungi mereka yang bersangkutan dan sekitarnya dari penyakit menular tertentu.
Imunisasi wajib terdiri dari :
a.      Imunisasi Rutin
Imunisasi rutin adalah imunisasi yang dilakuakn secara terus menerus sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Berikut ini adalah jenis vaksin imunisasi rutin :
1)      Vaksin BCG
Vaksin BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung mycrobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin)
·         Indikasi : untuk pemberian kekebalan aktif terhadap Tubercolosis
·         Cara pemberian :
a)       dosis 0,05 ml, sebanyak 1 kali
b)       disuntikan di daerah lengan kanan atas ( insertio musculus deltoideus ) secara intrakutan
c)       menggunakan ADS 

.   efek samping :
a)    2-6 minggu setelah imunisasi BCG daerah bekas suntikan timbul bisul kecil (papula) yang semakin besar dan dapat terjadi dalam waktu 2-4 bulan, dan perlahan sembuh dengan menimbulkan jaringan parut dengan diameter 2-10 mm.
Apabila ulkus mengeluarkan cairan perlu dikopres dengan cairan antiseptik, dan apabila cairan bertambah banyak atau koreng anjurkan untuk membawa bayi ke dokter
2)      Vaksin DPT-HB-HIB
Vaksin ini digunakan untuk pencegahan terhadap difteri,tetanus, pertusis ( batuk rejan ), hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenza tipe b secara simultan.
·           Kontra Indikasi : kejang atau gejala kelainan otak pada bayi baru lahir atau kelainan saraf serius
·           Cara pemberian :
b)      Vaksin disuntikan secara intramuskular pada anterolateral paha atas.
c)      Dosis yang diberikan adalah 0,05 ml
·           Efek samping :
a)      Reaksi lokal sementara seperti bangkak, nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan disertai demam. Kadang reaksi berat seperti demam tinggi, rewel, dan menangis dengan nada tinggi dapat terjadi dalam 24 jam setelah pemberian.
3)      Vaksin Hepatitis B
Vaksin ini adalah vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non infecious, berasal dari HbsAg.
·           Kontra indikasi: Penderita infeksi berat yang disertai kejang.
·           Efek Samping: Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari.
4)      Vaksin Polio
1.      Vaksin Polio Oral ( Oral Polio Vaccine (OPV)
Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi viruspoliomyelitis tipe 1,2, dan 3 (strain Sabin) yang sudah dilemahkan.
·         Indikasi: Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomielitis
·         Cara pemberian dan dosis: Secara oral atau melalui mulut, 1 dosis (dua tetes) sebanyak 4 kali (dosis) pemberian, dengan interval setiap dosis minimal 4 minggu. 
·         Kontra indikasi: Pada individu yang menderita “immune deficiency” tidak ada efek yang berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit. 
·         Efek Samping: Setelah mendapat vaksin polio oral bayi boleh makan minum seperti biasa. Apabila muntah dalam 30 menit segera diberi dosis ulang. 
·         Penanganan efek samping: Orang tua tidak perlu melakukan tindakan apapun
2.      Vaksin PolioInactive Polio Vaccine (IPV)
Bentuk suspensi injeksi.
·      Indikasi: Untuk pencegahan poliomyelitis pada bayi dan anak
immunocompromised, kontak dilingkungan keluarga dan pada individu dimana vaksin polio oral menjadi kontra indikasi. 
·      Cara pemberian dan dosis:
b)   Disuntikkan secara intra muskular atau subkutan dalam, dosis pemberian 0,5 ml.
c)    Dari usia 2 bulan, 3 suntikan berturut-turut 0,5 ml harus diberikan pada interval satu atau dua bulan.
d)   IPV dapat diberikan setelah usia bayi 6, 10, dan 14, sesuai dengan rekomendasi dari WHO.
e)   Bagi orang dewasa yang belum di imunisasi diberikan 2 suntikan berturut-turut dengan interval satu atau dua bulan. 
·      Kontra indikasi:
a)   Sedang menderita demam, penyakit akut atau penyakit kronis progresif.
b)   Hipersensitif pada saat pemberian vaksin ini sebelumnya.
c)    Penyakit demam akibat infeksi akut: tunggu sampai sembuh.
d)   Alergi terhadap Streptomycin. 

·         Efek samping:
a)   Reaksi lokal pada tempat penyuntikan: nyeri, kemerahan, indurasi dan bengkak bisa terjadi dalam waktu 48 jam setelah penyuntikan dan bisa bertahan selama satu atau dua hari.
·           Penanganan efek samping:
a) Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
b)   Jika demam berikan pakaian yang tipis.
c)    Bekas suntikan yang nyeri bisa dikompres dengan air dingin.
d)   Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kg BB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam)
e)   Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.

5)      Vaksin Campak
Vaksin virus hidup yang dilemahkan.
·           Indikasi: Pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak
·           Cara pemberian dan dosis: 0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan kiri atas atau anterolateral paha, pada usia 9–11 bulan. 
·           Kontra indikasi: Individu yang mengidap penyakit immune deficiency atau individu yang diduga menderita gangguan respon imun karena leukemia, limfoma. 
·           Efek samping: Hingga 15% pasien dapat mengalami demam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang dapatterjadi 8–12 hari setelah vaksinasi. 
·           Penanganan efek samping:
a)   Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
b)   Jika demam pakaikan pakaian yang tipis.
c)    Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
d)   demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
e)   Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
f)     Jika reaksi tersebut berat dan menetap bawa bayi ke dokter.

b.      Imunisasi Lanjutan 
Imunisasi lanjutan adalah imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk memperpanjang masa perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan kepada anak usia bawah tiga tahun (Batita), anak usia sekolah dasar, dan wanita usia subur. Vaksin yang diberikan adalah: vaksin DT, vaksin TD.
c.       Imunisasi Tambahan 
Imunisasi tambahan diberikan kepada kelompok umur tertentu yang paling berisiko terkena penyakit sesuai kajian epidemiologis pada periode waktu tertentu.
2.      Imunisasi Pilihan
Macam- macam vaksin imunisasi pilihan yaitu ; vaksin MMR, Hib,Tifoid,Varisela, Hepatitis A, Influensa, Pneumokokus, Rotavirus, Japanese Ensephalitis dan  HPV.

daftar pustaka :
Kementerian Kesehatan RI. 2013. Modul pelatihan Imuniasi bagi Petugas Puskesmas.Jakarta: Direktorat 
Simkar dan Kesma, Ditjen PP dan PL. 

Kementerian Kesehatan RI. 2015. Buku Ajar Imunisasi, Cetakan II. Jakarta: Pusdiklatnakes. 

      Satgas imunisasi IDAI. 2005. Jakarta: Pedoman Imunisasn


ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR 2 JAM

Nama Ibu            : Ny. M Nama Ayah         : Tn. H Nama Bayi          : Bayi Ny. M Usia                     : 2 Jam Jam Lahir  ...