A. Pengertian Imunisasi
Imunisasi menurut (Depkes RI, 2005) adalah suatu cara untuk
menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu
penyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan
sakit atau sakit ringan.
B. Tujuan Imunisasi
Tujuan pemberian imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan,
kematian serta kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I)
C. Sasaran
Imunisasi
Tahukah anda siapa saja yang menjadi sasaran imunisasi? Berikut
adalah yang menjadi sasaran dalam imunisasi :
1.
Bayi
2.
|
Jenis Imunisasi
|
Usia Pemberian
|
Jumlah Pemberian
|
Interval Minimal
|
|
Hepatitis B
|
0-7
hari
|
1
|
-
|
|
BCG
|
1
bulan
|
1
|
-
|
|
POLIO/IPV
|
1,2,3,4
bulan
|
4
|
-
|
|
DPT – Hb – Hib
|
2,3,4
bulan
|
3
|
4
minggu
|
|
Campak
|
9
bulan
|
1
|
4
minggu
|
2. Anak batita ( usia
dibawah 3 tahun )
|
Jenis Imunisasi
|
Usia Pemberian
|
Jumlah pemberian
|
|
DPT-Hb-Hib
|
18
bulan
|
1
|
|
Campak
|
24
bulan
|
1
|
2.
3. Anak Sekolah Dasar kelas 1 (sederajat)
|
Jenis Imunisasi
|
Usia Pemberian
|
Jumlah pemberian
|
|
Campak
|
18
bulan
|
1
|
|
DT
|
24
bulan
|
1
|
4. Anak sekolah dasar kelas 2 dan 3 (
sederajat )
|
Jenis Imunisasi
|
Usia Pemberian
|
Jumlah pemberian
|
|
TD
|
Bulan
Novembar
|
BIAS
|
A. Jenis Imunisasi
1. Imunisasi
wajib
Imunisasi wajib merupakan imunisasi yang
diwajibkan oleh pemerintah untuk setiap orang yang sesuai dengan kebutuhannya
agar melindungi mereka yang bersangkutan dan sekitarnya dari penyakit menular
tertentu.
Imunisasi wajib terdiri dari :
a. Imunisasi Rutin
Imunisasi rutin adalah imunisasi yang dilakuakn secara terus
menerus sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Berikut ini adalah jenis vaksin
imunisasi rutin :
1) Vaksin BCG
Vaksin BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung mycrobacterium
bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin)
· Indikasi
: untuk pemberian kekebalan aktif terhadap Tubercolosis
· Cara
pemberian :
a) dosis
0,05 ml, sebanyak 1 kali
b) disuntikan
di daerah lengan kanan atas ( insertio musculus deltoideus ) secara intrakutan
c) menggunakan
ADS
. efek samping :
a) 2-6 minggu setelah
imunisasi BCG daerah bekas suntikan timbul bisul kecil (papula) yang semakin
besar dan dapat terjadi dalam waktu 2-4 bulan, dan perlahan sembuh dengan
menimbulkan jaringan parut dengan diameter 2-10 mm.
Apabila ulkus mengeluarkan cairan perlu dikopres dengan cairan
antiseptik, dan apabila cairan bertambah banyak atau koreng anjurkan untuk
membawa bayi ke dokter
2) Vaksin
DPT-HB-HIB
Vaksin ini digunakan untuk pencegahan terhadap difteri,tetanus,
pertusis ( batuk rejan ), hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenza tipe b
secara simultan.
· Kontra
Indikasi : kejang atau gejala kelainan otak pada bayi baru lahir atau kelainan
saraf serius
· Cara
pemberian :
b) Vaksin
disuntikan secara intramuskular pada anterolateral paha atas.
c) Dosis yang
diberikan adalah 0,05 ml
· Efek
samping :
a) Reaksi
lokal sementara seperti bangkak, nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan
disertai demam. Kadang reaksi berat seperti demam tinggi, rewel, dan menangis
dengan nada tinggi dapat terjadi dalam 24 jam setelah pemberian.
3) Vaksin
Hepatitis B
Vaksin ini adalah vaksin virus recombinan yang telah
diinaktivasikan dan bersifat non infecious, berasal dari HbsAg.
· Kontra
indikasi: Penderita infeksi berat yang disertai kejang.
· Efek
Samping: Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar
tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang
setelah 2 hari.
4) Vaksin
Polio
1. Vaksin
Polio Oral ( Oral Polio Vaccine (OPV)
Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi
viruspoliomyelitis tipe 1,2, dan 3 (strain Sabin) yang sudah dilemahkan.
· Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomielitis
· Cara
pemberian dan dosis: Secara oral atau melalui mulut, 1 dosis (dua tetes)
sebanyak 4 kali (dosis) pemberian, dengan interval setiap dosis minimal 4
minggu.
· Kontra
indikasi: Pada individu yang menderita “immune deficiency” tidak ada efek yang
berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit.
· Efek
Samping: Setelah mendapat vaksin polio oral bayi boleh makan minum seperti
biasa. Apabila muntah dalam 30 menit segera diberi dosis ulang.
· Penanganan
efek samping: Orang tua tidak perlu melakukan tindakan apapun
2. Vaksin
PolioInactive Polio Vaccine (IPV)
Bentuk suspensi injeksi.
· Indikasi:
Untuk pencegahan poliomyelitis pada bayi dan anak
immunocompromised, kontak dilingkungan keluarga dan pada individu
dimana vaksin polio oral menjadi kontra indikasi.
· Cara
pemberian dan dosis:
b) Disuntikkan secara intra
muskular atau subkutan dalam, dosis pemberian 0,5 ml.
c) Dari usia 2 bulan, 3
suntikan berturut-turut 0,5 ml harus diberikan pada interval satu atau dua
bulan.
d) IPV dapat diberikan setelah
usia bayi 6, 10, dan 14, sesuai dengan rekomendasi dari WHO.
e) Bagi orang dewasa yang belum
di imunisasi diberikan 2 suntikan berturut-turut dengan interval satu atau dua
bulan.
· Kontra
indikasi:
a) Sedang menderita demam,
penyakit akut atau penyakit kronis progresif.
b) Hipersensitif pada saat
pemberian vaksin ini sebelumnya.
c) Penyakit demam akibat
infeksi akut: tunggu sampai sembuh.
d) Alergi terhadap Streptomycin.
· Efek
samping:
a) Reaksi lokal pada tempat
penyuntikan: nyeri, kemerahan, indurasi dan bengkak bisa terjadi dalam waktu 48
jam setelah penyuntikan dan bisa bertahan selama satu atau dua hari.
· Penanganan
efek samping:
a) Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI
atau sari buah).
b) Jika demam berikan pakaian
yang tipis.
c) Bekas suntikan yang
nyeri bisa dikompres dengan air dingin.
d) Jika demam berikan
paracetamol 15 mg/kg BB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam)
e) Bayi boleh mandi atau cukup
diseka dengan air hangat.
5) Vaksin
Campak
Vaksin virus hidup yang dilemahkan.
· Indikasi:
Pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak
· Cara
pemberian dan dosis: 0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan kiri atas
atau anterolateral paha, pada usia 9–11 bulan.
· Kontra
indikasi: Individu yang mengidap penyakit immune deficiency atau individu yang
diduga menderita gangguan respon imun karena leukemia, limfoma.
· Efek
samping: Hingga 15% pasien dapat mengalami demam ringan dan kemerahan selama 3
hari yang dapatterjadi 8–12 hari setelah vaksinasi.
· Penanganan
efek samping:
a) Orangtua dianjurkan untuk memberikan
minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
b) Jika demam pakaikan pakaian
yang tipis.
c) Bekas suntikan yang
nyeri dapat dikompres air dingin.
d) demam berikan paracetamol 15
mg/kgBB setiap 3–4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
e) Bayi boleh mandi atau cukup
diseka dengan air hangat.
f) Jika reaksi
tersebut berat dan menetap bawa bayi ke dokter.
b. Imunisasi
Lanjutan
Imunisasi lanjutan adalah imunisasi ulangan
untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk memperpanjang masa
perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan kepada anak usia bawah tiga tahun
(Batita), anak usia sekolah dasar, dan wanita usia subur. Vaksin yang diberikan
adalah: vaksin DT, vaksin TD.
c. Imunisasi
Tambahan
Imunisasi tambahan diberikan kepada kelompok
umur tertentu yang paling berisiko terkena penyakit sesuai kajian epidemiologis
pada periode waktu tertentu.
2. Imunisasi
Pilihan
Macam- macam vaksin imunisasi pilihan yaitu ;
vaksin MMR, Hib,Tifoid,Varisela, Hepatitis A, Influensa, Pneumokokus,
Rotavirus, Japanese Ensephalitis dan HPV.
daftar pustaka :
Kementerian Kesehatan RI. 2013. Modul pelatihan Imuniasi bagi
Petugas Puskesmas.Jakarta: Direktorat
Simkar dan Kesma, Ditjen PP dan PL.
Kementerian Kesehatan RI. 2015. Buku Ajar Imunisasi, Cetakan II.
Jakarta: Pusdiklatnakes.
Satgas imunisasi
IDAI. 2005. Jakarta: Pedoman Imunisasn