A. Pengertian
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
Deteksi dini perumbuhan dan perkembangan anak adalah kegiatan atau
pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada
balita dan anak pra sekolah. ( Kemenkes R.I, 2012 )
1. Jenis
Deteksi Dini Pertumbuhan Dan Perkembangan
Ada 3 jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh tenaga
kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya.
1) Deteksi
dini penyimpangan pertumbuhan, untuk mengetahui atau menemukan status gizi
kurang atau buruk dan mikro atau makrosefali. Jenis yang digunakan adalah
a. Berat
badan terhadap tinggi badan anak ( BB/TB )
Berat badan merupakan salah satu pengukuran
antopometri yang terpenting untuk mengetahui keadaan status gizi anak dan
memeriksa kesehatan anak misalnya apakah anak dalam keadaan normal dan sehat.
Cara pengukurunnya mudah, sederhana dan murah. Kegunaan BB adalah sebagai
informasi tentang keadaan gizi anak, pertumbuhan dan kesehatannya, sebagai
monitoring kesehatan sehingga dapat menentukan terapi apa yang sesuai dengan
kondisi anak, sebagai dasar untuk menentukan dasar perhitungan dosis obat
ataupun diet yang diperlukan untuk anak.
Pada usia beberapa hari, berat badan akan mengalami penurunan yang
sifatnya normal yaitu sekitar 10% dari berat lahir. Hal tersebut disebabkan
keluarnya mekonium dan air seni yang belum diimbangi degan asupan yang adekuat,
misalnya, Produk ASI belum lancar. Namun pada umumnya, berat badan akan kembali
mencapi berat lahir pada hari kesepuluh.
Berikut ini adalah kenaikan berat badan normal pada bayi sehat :
|
Triwulan
I
|
700-1000
g/bln
|
|
Triwulan
II
|
500-600
g/bln
|
|
Triwulan
III
|
350
– 450 g/bln
|
|
Triwulan
IV
|
250
– 350 g/bln
|
Dari perkiraan tersebut dapat kita simpulkan bahwa pada 6 bulan
pertama berat badan akan bertambah sekitar 1 kg/bln, enam bulan berikutnya
kurang lebih 0,5 kg/bln. Pada tahun kedua kenaikan kurang lebih 0,25 kg/bln
setelah dua tahun kenaikan badan tidak tentu, sekitar 2 – 3kg/tahun. Pada tahap
remaja akan terjadi pertumbuhan yang sangat cepat. Selain dengan perkiraan
tersebut, dapat juga diperkirakan dengan rumus atau pedoman dari Behrman (1992)
sebagai berikut :
a) Berat
badan lahir rata-rata: 3,25 kg
b) Berat
badan usia3-12 bulan menguunakan rumus :
umur
(bulan) + 9 = n+9
2
c) berat badan usia 1-6 tahun menggunakan rumus
(umur(tahun)x2) + 8 = 2n + 8
Keterangan : n adalah usia anak
Untuk menentukan umur anak dalam bulan, bila lebih 15 hari
dibulatkan keatas. Sedangkan, kurang atau sama 15 hari dihilangkan. Misalnya,
ada bayi beumur 4 bulan 25 hari maka bayi dianggap 5 bulan berat baan bayi.
b. Tinggi
Badan
Tinggi badan untuk anak kurang dari 2 tahun biasa disebut panjang badan. Pada
BBL panjang badan rata-rata +50 cm. Pada tahun pertama bertambah 1,25 cm/bln (
1,5 x panjang badan lahir ). Penambahan tersebut berangsur-angsur berkurang
sampai usia 9 tahun yaitu hanya sekitar 5 cm/tahun. Baru pada masa pubertas
peningkatan pertumbuhan tinggi badan cukup cepat, yaitu pada wanita 5-25
cm/tahun, pada laki-laki 10-30 cm/tahun. Perubahan tinggi badan akan berhenti
pada usia 18-20 tahun.
Tinggi badan juga dapat diperkirakan berdasarkan rumus Behrman
(1992), sebagai berikut:
a) Perkiraan
panjang lahir 50 cm
b) Perkiraan
panjang badan usia 1 tahun = 1,5 x panjang badan lahir
c) Perkiraan
tinggi badan usia 2-12 tahun (umur x 6) + 77 = 6n + 77
Keterangan : n adalah usia anak dalam tahun, bila usia lebih enam
bulan maka dibulatkan ke atas, bila enam bulan atau kurang maka dihilangkan.
Atau jika berdasarkan potensi genetik TB akhir :
a. Wanita = ( TB ayah – 13 cm) + TB Ibu ±8,5
cm)
2
b. Pria
= ( TB ibu – 13 cm) + TB ayah ±8,5 cm)
2
c. Pengukuran
Lingkar Kepala Anak ( LKA )
Pengukuran lingkar kepala anak bertujuan untuk menaksir pertumbuhan otak. Berat
otak janin saat kehamilan usia 20 minggu diperkirakan 100 gr, waktu lahir
sekitar 350 gram, pada usia 1 tahun hampir mencapai 3 kali lipat yaitu 925 gram
atau mencapi 75% dari berat seluruhnya. Pada usia 3 tahun sekitar 1100 gr dan
pada 6 tahun pertumbuhan otak telah mencapai 90% ( 1260 gr). Pada usia dewasa,
berat otak mencapai 1400 gr.
Ukuran lingkar kepala normalnya 34-35 cm. Kemudian bertambah kurang lebih 0,5
cm/bulan pada bulan pertama. Pada 6 bulan pertama,pertumbuhan kepala paling
cepat, kemudian pada tahun-tahun pertama lingkar kepala tidak lebih dari 5
cm/tahun. Pada dua tahun pertama pertumbuhan otak relatif pesat, dan sampai 18
tahun lingkar kepala hanya bertambah kurang lebih 10 cm.
Jadwal pengukuran disesuaikan dengan umur anak. Umur 0-11 bulan, pengukuran
dilakukan setiap bulan. Pada anak yang lebih besar, umur 12-72 bulan,
pengukuran dilakukan setiap 6 bulan. Pengukuran dan penilaian dilakukan oleh
tenaga kesehatan yang terlatih.
2. Deteksi
Penyimpangan Perkembangan
Deteksi penyimpangan perkembangan digunakan
untuk mengetahui gangguan perkembangan anak, gangguan daya lihat dan gangguan
daya dengar.
Jenis instrumen yang digunakan unuk melakukan deteksi penyimpangan
perkembangan adalah :
a. Kuesioner
Pra Skrinning Perkembangan ( KPSP )
Merupakan skrining awal
untuk menilai perkembangan anak usia 0-72 bulan. Alat yang digunakan untuk
pemeriksaan adalah formulir KPSP sesuai umur dan alat untuk pemeriksaan yang
berupa pensil, kertas, bola sebesar bola tennis, kerincingan, kubur ukuran
2,5cm sebanyak 8 buah, kismis, kacang tanah, dan biscuit. Usia ditetapkan
menurut tahun dan bulan. Kelebihan 16 hari diblatkan menjadi 1 bulan.
Cara menggunakan KPSP:
a) Pada waktu pemeriksaan anak harus dibawa
b) Tentukan dahulu umur anak dengan menanyakan tanggal, bulan dan
tahun anak lahir.
c) Setelah itu pilih KPSP yang sesuai dengan umur anak.
d) Daftar pertanyaan KPSP berjumlah sepuluh nomor yang dibagi
menjadi dua, yang pertama pertanyaan yang harus dijawab oleh orangtua/pengasuh
dan yang kedua perintah yang harus dilakukan sesuai dengan pertanyaan
KPSP.
e) Jelaskan kepada orang tua agar tidak ragu-ragu atau takut
menjawab. Pastikan orang tua/pengasuh mengerti apa yang ditanyakan kepadanya.
f) Tanyakan pertanyaan tersebut secara berurutan, satu persatu.
Setiap pertanyaan hanya ada 1 jawaban Ya atau Tidak. Catat jawaban tersebut
pada formulir.
g) Ajukan pertanyaan yang berikutnya setelah orangtua/pengasuh
menjawab pertanyaan sebelumnya.
h) Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab.
Interprestasi hasil pemeriksan KPSP adalah sebagai berikut:
a. Bila jawaban “ya” berjumlah 9-10 berarti perkembangan
anak normal sesuai dengan tahapan perkembangan
b. Bila jawaban ‘ya” kurang dari 9, maka perlu diteliti
tentang:
1) Cara menghitung usia
dan kelompok pertanyaannya apakah sudah sesuai
2) Kesesuaian jawaban orangtua dengan maksud pertanyaan Apabila
ada kesalahan , maka pemeriksan harus diulang
c. Bila setelah diteliti jawaban “ya” berjumlah 7- 8,
berarti perkembangan anak meragukan dan perlu pemeriksan ulang 2 minggu
kemudian dengan pertanyaan yang sama. Jika jawaban tetap sama maka
kemungkinan ada penyimpangan.
d. Bila jawaban berjumlah “ya” berjumlah 6 atau kurang,
kemungkinan ada penyimpangan dan anak perlu dirujuk ke rumah sakit untuk
memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
b. Test Daya
Lihat ( TDL )
Test ini dilakukan
untuk menilai ketajaman pengelihatan anak serta kelainan pada anak berusia 3-6
tahun yang dilakukan setiap 6 bulan.
Cara melakukan tes daya lihat:
a) Pilih ruangan dengan penyinaran yang baik, bersih,
tenang
b) Gantungkan ’kartu E’ yang setinggi mata anak
posisi duduk.
c) Letakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari kartu “E” untuk duduk
anak.
d) Letakkan sebuah kursi lainnya di samping poster “E” untuk
pemeriksa
e) Pemeriksa memberikan kartu “E” kepada anak. Latih anak dalam
mengarahkan kartu ‘E’ menghadap ke atas, bawah, kiri dan kanan sesuai yang
ditunjuk pada poster “E”oleh pemeriksa.
f) Dengan alat penunjuk, tunjuk huruf “E” pada poster, satu
persatu mulai baris pertama huruf “E “berukuran paling besar sampai
baris keempat atau baris ”E” terkecil yang masih dapat dilihat.
g) Puji anak jika bisa mencocokan posisi kartu “E” yang
dipegangnya dengan huruf pada kartu “E” pada poster.
h) Ulangi pemeriksaan tersebut pada mata satunya dengan cara yang
sama.
Interpretasi hasil pemeriksaan daya lihat:
Secara normal anak dapat
melihat huruf E pada baris ketiga. Apabila pada baris ketiga, anak tidak dapat
melihat maka perlu dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.Selain
tes daya lihat, anak juga perlu diperiksakan kesehatan matanya. Perlu
ditanyakan dan diperiksa adakah hal sebagai berikut :
a) keluhan seperti mata gatal, panas, penglihatan kabur atau
pusing
b) perilaku seperti sering menggosok mata, membaca terlalu dekat,
sering
mengkedipkedipkan mata
c) kelainan mata seperti bercak bitot, juling, mata merah dan keluar
air
Apabila ditemukan satu
kelainan atau lebih pada mata anak, minta anak datang lagi untuk pemeriksaan
ulang dan jika hasil pemeriksaan anak tidak dapat melihat sampai baris yang
sama maka anak tersebut perlu dirujuk ke rumah sakit dengan menuliskan
mata yang mengalami gangguan ( kanan, kiri atau keduanya).
c. Test
Daya Dengar ( TDD )
Tujuan TDD adalah untuk
menemukan gangguan pendengaran secara dini, agar dapat segera ditindak lanjuti
untuk meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak.
TDD dapat dilakukan
setiap 3 bulan pada bayi usia < 12 bulan dan setiap 6 bulan pada anak
oleh tenaga kesehatan, guru TK/PAUD terlatih. Peralatan yang diperlukan adalah
instrumen untuk TDD sesuai usia anak, gambar binatang (ayam, anjing, kucing),
manusia dan mainan(boneka, kubus, sendok, cangkir dan bola).
d. Denver
Developmenttal Scining Test ( DDST )
DDST merupakan salah
satu media skrinning pada kelainan perkembangan anak usia 1 bulan sampai 6
tahun. Perkembangan yang dinilai diantaranya perkembangan personal sosial,
motorik halus, bahasa dan motorik kasar.
Peralatan yang
diperlukan adalah:
1) Meja tulis dengan kursinya, dan matras
2) Perlengkapan test :
o Gulungan benang
wool-merah (diameter 10 cm)
o Kismis
o Kerincingan dengan
gagang yang kecil
o 10 buah kubus
berwarna, 2,5 x 2,5 cm
o Botol kaca kecil
dengan diameter lubang 1,5 cm
o Bel kecil
o Bola tenis
o Pensil merah
o Boneka kecil dengan
botol susu
o Cangkir plastik
dengan gagang/ pegangan
o Kertas kosong
Langkah Mengambil Kesimpulan
1) Normal :
Jika Tidak ada keterlambatan/minimal paling banyak 1 caution dan lakukan
ulangan pada kontrol berikutnya
2) Suspect/suspekjika : Ada ≥ 2 caution dan atau ≥ 1 keterlambatan
Maka Lakukan uji ulang dalam 1 - 2 minggu
3) Untestable/tidak dapat diuji : Ada skor menolak pada ≥ 1
ujicoba di sebelah kiri garis umur maka uji ulang 1 - 2 minggu
4) Abnormal :Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan pada
2 sektor atau lebih, bila dalam 1 sektor didapatkan 2 atau lebih keterlambatan
ditambah 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut,
tidak ada yang lulus pada kotak yang terpotong garis usia .
sumber :
Kemenkes RI. 2012. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan
Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.
Jakarta.
Kemenkes RI. 2015. Buku Ajar Kesehatan Ibu dana Anak.Jakarta:
Pusdikaltnakes.
Soetjiningsih. 2002. Tumbuh Kembang Anak Bab Penilaian Pertumbuhan
dan Perkembangan. FK UniversitasUdayana. Bali: EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar